KEBAHAGIAAN DALAM KARDUS

Tag

, , , , , , , ,

A43

Salah satu momok terbesar gue saat menaiki kendaraan umum adalah kaki yang tidak bisa diluruskan. Seakan bisa membaca ketakutan gue, alam ternyata berkenan kenyataan itu harus terjadi. Dengkul sepanjang perjalanan dipaksa bercumbu dengan kursi depan yang kerasnya menyerupai batu karang yang teguh. Ingin mengangkang jadi tidak enak hati sebab akan mengganggu bapak pastor yang berbagi kursi dengan gue. Ingin meluruskan kaki jadi tidak bisa sebab kardus-kardus penumpang lain menghalangi. Begitu banyak kardus dan juga karung serta plastik bungkusan yang tersebar di segala penjuru bus Baca lebih lanjut

Iklan

ARWAH-ARWAH KELIMUTU

Tag

, , , , , , , , ,

Processed with VSCO with t1 preset

Kira-kira sejam sebelum gelap bergentayangan gue dan Jaka berdiri di pinggir jalan, celingak-celinguk memahami apa yang sedang dilihat, baru saja diturunkan dari mobil yang kini telah pergi berlalu berkejaran dengan waktu. Masih ada sedikit rasa kesal yang tersisa kepada si supir, sebab ia meminta ongkos yang lebih mahal dari yang telah diperjanjikan.

“Ongkosnya seratus ribu,” kata si supir.

“Bukannya tadi waktu di Maumere tujuh puluh lima ribu?” tanya gue.

“Seratus ribu,” jawabnya.

Sambil menggerutu gue menyodorkan uang sesuai dengan keinginannya.

“Jangan marah ya, Pak? Tidak dendam kan?” tanya dia dengan lembut, kemudian pergi. Baca lebih lanjut

SEBUAH PERCAKAPAN: “OPEN TRIP? I’M NOT A PUSSY!”

Tag

, , , , , ,

A41

Pada suatu siang, mungkin juga sore, entahlah yang pasti saat itu mentari masih enggan turun dari singgasana, belum mau bertukar posisi dengan bulan dan bintang sebagai penghias langit. Gue terlompat, ponsel gue berkedip-kedip tanda ada pesan masuk, dari seorang teman sekolah dulu. Dia bertanya perihal pengalaman keberangkatan gue ke Wae Rebo dulu. Baca lebih lanjut

MARI BACA BUKU (SAYA)

A40

Semasa kecil dulu gue selalu punya kebiasaan yang dilakukan sebelum tidur. Bukan berdoa. Memang kadang-kadang lupa berdoa sebelum tidur. Membaca komik. Daripada menghitung jumlah domba di dalam hati, gue lebih senang terlelap oleh belaian imajinasi lewat komik. Detektif Conan menjadi bacaan andalan sedari dulu hingga sekarang. Gue hampir membaca seluruh seri komik Detektif Conan walaupun lebih dari setengahnya gue habiskan dengan menumpang membaca di toko buku dekat sekolah dulu. Baca lebih lanjut

BERSYUKUR SAJA

A39

Bagi sebagian orang pergi berlibur merupakan barang langka. Kadangkala sudah punya cukup waktu kosong untuk berlibur namun uang yang tidak cukup. Sebaliknya terkadang punya uang yang cukup namun meluangkan waktu yang  begitu sulit. Kondisi yang pertama biasanya gue rasakan ketika sedang berjibaku sebagai mahasiswa. Demikian kondisi kedua acap kali gue rasakan ketika sudah masuk ke dalam dunia kerja hingga sekarang ini. Bicara tentang uang dan waktu yang harus dimiliki saat berlibur, harus diakui, setidaknya secara pribadi, mencari waktu lebih sulit dibanding mencari uang. Baca lebih lanjut

SIKKA PUN PUNYA HARAPAN

Tag

, , , , , , , , , , , ,

A38

Tubrukan yang dihasilkan roda pesawat dengan landasan pacu seketika membuat tubuh terjaga. Secara tak sadar gue langsung meremas erat sabuk keselamatan yang melingkar. Kesadaran belum sepenuhnya kembali, masih dikuasai rasa kantuk dan kaget. Gue melihat Jaka, dia sudah bangun dari tadi sepertinya. Mungkin juga dia tidak tidur sepanjang perjalanan, menikmati gugusan pulau khas Nusa Tenggara di tengah lautan biru. Tak butuh waktu lama bagi pesawat berukuran sedang yang membawa gue untuk terparkir manis di depan gedung terminal bandara. Cahaya matahari menyambut kedatangan gue di Maumere, kota yang berada di sebelah timur Pulau Flores. Panas begitu menyengat, benar adanya sebab kota ini berada di tepian pantai. Baca lebih lanjut

MANUSIA DI BALIK WAE REBO

Tag

, , , , , , , ,

A37

Bagi mereka yang ingin meninggalkan jejak langkah di kampung Wae Rebo, nama Blasius Monta mungkin bukan nama yang asing terdengar di telinga. Namanya banyak disebut di laman-laman catatan perjalanan. Nomor ponselnya juga bukan barang langka. Bapak Blasius Monta, putra asli Wae Rebo, kini tinggal di desa Denge, desa terakhir yang bisa dijangkau oleh kendaraan bermotor untuk menuju Wae Rebo. Baca lebih lanjut

BAJO

Tag

, , , , , , , , , , , , ,

A36

Sekujur tubuh telah menjadi santapan lezat bagi nyamuk-nyamuk. Tak mengapa, mungkin sudah demikian jalannya bila tidur di pelabuhan udara Lombok, anggaplah sebagai tanda perkenalan. Setelah bercuci muka sejenak, gue pergi ke tempat mencegat bus damri jurusan Terminal Mandalika, tengah kota Mataram. Jalanan juga terlihat lengang. Orang-orang masih senang bersembunyi di sangkarnya masing-masing. Baca lebih lanjut

HUA LAMPHONG!

Tag

, , , ,

A35

Gue tak akan pernah berhenti bersyukur kepada Tuhan atas karunia yang selalu Dia berikan. Sebagai makhluk hidup yang suka mengembara dan menyusahkan diri, gue bersyukur punya kemampuan untuk bisa tidur di mana saja. Dari bus ke antar kota antar propinsi kelas eksekutif hingga kelas ekonomi ala perang dunia kedua, hal tersebut bukanlah masalah. Kereta api kelas ekonomi pun tak mengapa, hanya saja otot pantat harus diurut sedemikian rupa karena bekerja terlalu keras. Tidur di depan rumah warga, pelabuhan, lantai kapal, atau bandara bukanlah barang baru. Baca lebih lanjut

A HEAD FULL OF DREAMS

Tag

, , , , , , , , , , , , , ,

A34

Beberapa penghuni hostel sedang asyik bersantai di ruang tengah. Bermain laptop, menikmati bacaan, hingga mengobrol dengan sesama menjadi pemandangan yang menarik. Gue masuk ke dalam kamar. Tidak ada siapa-siapa di kamar. Penghuni kamar yang lain mungkin sudah keluar sedari pagi, hanya menyisakan tas, pakaian, dan barang-barang mereka yang membuat kamar kami sedikit lebih baik dari kapal pecah. Baca lebih lanjut